LPK Yudha Putra Gugat PN Bogor ke KPK RI

MM – Lembaga Konsumen Yudha Putra, Oktrivian, SH selaku kuasa hukum Cipi Bayudi akhirnya memutuskan untuk membuat laporan gugatan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah dirasa tak lagi pihak Pengadilan Negri (PN) Bogor menggubris keberatan penggugat atas tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Indraprasta, Bantarjati, Kota Bogor.

Dijumpai MM Selasa (7/12), Oktrivian yang mendampingi kliennya Cipi mengatakan. “Pengadilan Negri Bogor tidak fair atas gugatan yang sedang dibanding meloloskan untuk tetap dilelang.”

Setelah putusan PN bogor amar putusan, yang pada dasarnya menolak gugatan saudara cipi. Dan Cipi banding
justru menerima permohonan eksekusi pengosongan dari pemenang lelang dari aset kami yang semula di cesi.

“Kami kroscek kepada panitra kepala Andi Lukmana. Jawabannya ini kewenangan ketua PN untuk menerima atau menolak permohonan eksekuasi pengosongan aset tersebut, tentu kami kecewa,” kata Oktrivian dengan nada tinggi. “Pertanyaan kami apakah bisa suatu objek yang sedang dilaksanakan upaya hukum ditingkat banding yang jelas-jelas domainnya itu sudah berpindah ke peradilan banding bukan lagi di peradilan pengadilan negri tapi kok kenapa PN Bogor tidak mengindahkan. Ketua PN Bogor masih saja masuk yang bukan domainnya lagi untuk menerima eksekusi pengosongan tersebut.”

Oktrivian menambahkan pihaknya sangat koperatif selama sidang dan sampai sekarang.

“Secara prinsip suatu perkara yang masih dilakukan upaya hukumnya masih berjalan otomatis amar putusan di tingkat pertama di PN itu belum memiliki kekuatan hukum yang tetap, ini artinya belum layak dilakukan eksekusi,” tambahnya.

Terlepas alasan yang dimiliki ketua PN selaku administatur Pengadilan Negri Bogor, maka LPK Yudha Putra mencoba konsultasi kepada pihak tipkor KPK RI perwakilan Bogor, kami mendapat kesimpulan ada yang patut di duga dilanggar salah gunakan di duga Ketua PN Bogor” dalam eksekusi pengosongan rumah di Indraprasta Kota Bogor. Dan segera kami buat laporan secara resmi pengaduan tersebut ke KPK. Tandas Oktivian, SH.
(his)

4,575 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

CLOSE
CLOSE
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hallo Redaksi