Ust. Dr. Zahid Mubarok dalam Menjawab Sholat Menggunakan Masker

DARI Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ فِي الصَّلَاةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang menutup mulutnya ketika shalat.” [HR. Ibnu Majah. Dinilai hasan oleh al-Albani]

At-Talatstsum (التلَثُّم) adalah kebiasaan orang Arab yang menggunakan ujung imamah untuk menutup hidung dan mulut mereka seperti yang dikatakan al-Khaththabi dalam Ma’aalim as-Sunan (1: 433).

Mayoritas alim ulama menilai bahwa hukum at-talatstsum (menutup mulut dan hidung) dalam shalat adalah makruh.
Makruh Menjadi Diperbolehkan Jika Ada Hajat (Kebutuhan)

Namun, larangan menutup mulut dalam shalat ini tidak lagi berlaku jika terdapat hajat yang menuntut perbuatan itu dilakukan, semisal seorang yang bersin ketika shalat maka dia dituntut untuk menutup mulut.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

“Jika kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangan karena setan akan masuk.”
Dalam redaksi lain tercantum,

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

“Jika kalian menguap dalam shalat, maka tahanlah sebisa mungkin.” [HR. Muslim]
Dengan demikian, dalam kondisi ada hajat yang menuntut, maka menutup mulut dalam shalat diperbolehkan, bahkan diperintahkan seperti terlihat dalam redaksi hadits di atas dan beberapa ayat serta kaidah Ushul Fiqh seperti di bawah ini;

Karena pertanyaan dan diskusi kita adalah menggunakan masker dalam sholat sebab ada Illat (menyebabkan adanya hukum) yaitu antisipasi bahaya Wabah Corona-19 maka silahkan buka Al Qur’an dalam ayat sebagai berikut dan kaidah Ushul Fiqh dikatakan ;

Lihat,  Qs. Al Baqoroh : 173 , Qs. Al An’ am : 119 , Qs. Al Maidah ayat : 3 , Qs. An Nahl : 115 dst

Kaidah Ushul Fiqh secara Umum.

(الضرورات تبيح المحظورات)

الضرورة: ما لا بد للإنسان من بقائه.
المحظورات: الحرام المنهي عن فعله.
معنى القاعدة: العذر يجوز الشيء الممنوع.

Artinya “Dalam kondisi darurat, hal-hal yang terlarang dibolehkan”.

Maka Kesimpulannya sebagai berikut ;

Berdasarkan uraian di atas, maka di tengah kekhawatiran akan merebaknya pandemi Covid-19 (virus Corona), diperbolehkan bahkan bisa menjadi hal yang diperintahkan untuk menggunakan masker ketika melaksanakan shalat, terutama bagi orang yang menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, flu, pilek , radang tenggorokan serta penyakit THT yang lainnya sedangkan yang bersangkutan mengikuti pelaksanaan shalat berjama’ah bersama keluarga atau di masjid.

Hal ini untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran pandemik Covid-19 (virus Corona) seperti yang sedang terjadi  akhir akhir ini dengan mengganasnya Virus Corona-19.

Demikian semoga bermanfaat bagi yang membaca, hanya Allah Ta’ala yang memberi taufik dan hidayah.

Wallahu ta’ala a’lam Bisshawab.

Di Jawab Oleh : Dr. Zahid Mubarok , M.E.I
(Dewan Syariah LAZ AL BUNYAN)

1,748 kali dilihat, 28 kali dilihat hari ini

CLOSE
CLOSE
× Hallo Redaksi