Kementerian Sosial RI Kembali Memberikan Seribu Paket Sembako Para Pekerja Sektor Otomotif

MM – PANDEMI COVID 19 Belum usai Kementerian Sosial RI mendistribusikan kembali memberikan Seribu paket sembako untuk para pekerja sektor otomotif yang terdampak.

Mensos Juliari P. Batubara menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut melalui pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Kampus Poltekesos, Bandung.

“Pemberian bantuan ini untuk  membuat para pekerja sektor otomotif terkena imbasnya agar terkurangi beban yang diderita.  Mereka menyalurkan bantuan sosial sembako untuk meringankan beban ekonomi mereka. Semoga bantuan ini bermanfaat dan krisis segera bisa berakhir,” kata Mensos Juliari di Bandung, Sabtu (04/07/2020).

Dalam keterangannya, IMI melaporkan setidaknya sekitar 5.000 pekerja sektor otomotif anggota IMI yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka adalah mekanik, kru tim pembalap, penyelenggara perlombaan, dan para petugas pendukung pelomba (marshall) yang menggantungkan hidup dari perlombaan otomotif, termasuk kalender balapan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum IMI Pusat Sadikin Aksa mengajukan 1.000 nama yang sudah dilengkapi dengan identitas terverifikasi untuk mendapatkan paket sembako

Ayah dua anak ini menyatakan, sebagian masyarakat melihat organisasi seperti IMI sebagai perkumpulan yang identik dengan kegiatan kebut-kebutan mobil. Namun sebenarnya, IMI justru organisasi yang peduli dengan berbagai kegiatan sosial.

“Dari sini, IMI memiliki semangat sama dengan Kementerian Sosial. Yakni sama-sama memiliki kepedulian dan aksi nyata terhadap masalah sosial. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini, semua pihak harus berkontribusi meringankan beban sesama anak bangsa,” kata Mensos yang juga mantan Ketua Umum IMI Pusat ini.

Mensos juga mengisahkan kebersamaannya dengan IMI saat memimpin organisasi ini.

“Saya ikut dibesarkan IMI,” katanya.

Dia meminta IMI terus menjaga kontribusinya kepada masyarakat, termasuk memajukan prestasi di dunia otomotif.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Juliari menyatakan, sebagai bagian dari kebijakan jaring pengaman sosial, bansos Presiden diharapkan bisa menjangkau seluas mungkin masyarakat terdampak Covid-19.

Agar menjaring elemen masyarakat yang belum terjangkau bansos, Kementerian Sosial tidak hanya bermitra dengan kementerian atau lembaga pemerintah.

“Kami tidak hanya bekerja business as usual. Yakni hanya bekerja dengan unsur-unsur pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah, kementerian, atau bank negara. Dalam mendistribusikan bansos, kami juga melibatkan komunitas,” ujarnya.

Belakangan, Pak Ari sapaan akrab Mensos, terus mengintensifkan kemitraan dengan komunitas. Penyaluran bansos melalui komunitas merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Kemensos untuk mengakselerasi penyaluran bansos.

Untuk itu, Mensos Juliari bertemu dengan berbagai kalangan untuk memastikan masyarakat terdampak Covid-19 menerima bantuan. Pihak yang telah disapa Mensos adalah pekerja film, sinetron, dan seniman.

Kemudian juga Gerakan Pemuda Ansor, Gerakan Angkatan Mudah Kristen Indonesia (GAMKI), pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Shohibul Muslimin Serang, dan yang terakhir kemarin, Forum Koordinasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI). *

417 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

CLOSE
CLOSE
× Hallo Redaksi